Friday, February 17, 2012

Makna Cinta Sepasang Burung LoveBird

Lovebird adalah salah satu jenis burung yang setia dengan pasangannya. Burung ini hanya mau kawin pada satu pasangan saja, ini berlaku sampai mereka mati. Bahkan ada yang mengatakan burung ini adalah burung monogami. Maka dari itu perlu ada penanganan khusus untuk menjodohkannya. Konon katanya apabila salah satu pasangan mati maka pasangan yang lain-pun akan ikut mati. Ya mungkin burung lovebird ini sudah berjanji untuk sehidup semati.

Memang benar dari pengalaman saya menjodohkan sepasang burung lovebird itu cukup sulit, berbeda dengan burung kenari yang tebilang cukup mudah dalam menjodohkannya. Jadi saran saya kalau anda mau memelihara burung lovebird ada baiknya anda membeli sepasang lovebird yang sudah berjodoh.

Sita Asrinia yang juga memelihara lovebird di halaman belakang rumahnya, dia menuliskan ada sekitar 4 lovebird yang dipelihara. Tadinya ada 8 ekor, namun satu ekor ‘berhasil’ melarikan diri dan satu lagi harus menghembuskan nafas yang terakhir. Sungguh kasihan sekali kondisi lovebird yang ditinggal mati pasangannya. Seakan tidak memiliki gairah untuk hidup, sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam kotak tempat bertelur. Pikirannya stress begitu pula satu-per-satu bulu mulai rontok dari tubuhnya. Mirip sekali dengan manusia yang ditinggal pergi oleh kekasih hatinya.

Awalnya yang saya tau nama burung ini adalah "lakbert" karena memang orang Indonesia menamai burung ini adalah burung lakbert. Tapi ternyata lakbert itu adalah ucapan dari kata "lovebird" yang artinya "burung cinta". Setelah saya amati ternyata burung lovebird memang burung yang setia sesuai dengan namanya ‘burung cinta’ dan ini menandakan bahwa cinta bukan hanya milik manusia saja. Jadi tidak ada salahnya kalau kita memahami Makna Cinta Dari Sepasang Burung LoveBird

2 Kata Misteri

Dalam perjalanan hidup tidak selamanya selalu seperti apa yang kita inginkan, tidak selalu seperti apa yang kita mau dan tidak selalu seperti apa yang kita harapkan. Namun dalam kehidupan terkadang ada hal yang tidak pernah kita duga justru menjadi nyata dalam kehidupan kita. Hidup ini penuh warna yang setiap warnanya memiliki kisah yang misteri.

Ada 2 kata misteri yang selalu hadir didalam kehidupan kita, yaitu kata "PASTI dan MUNGKIN". Kenapa kedua kata ini saya katakan misteri? Sebelum saya jawab, terlebih dahulu saya paparkan definisi dari kedua kata ini.
  • Kata pasti yaitu: sudah tetap; tidak boleh tidak; tentu; mesti; ketentuan; ketetapan.
  • Sedangkan definisi arti kata mungkin yaitu: tidak atau belum tentu; barangkali; boleh jadi; dapat terjadi; tidak mustahil.
Mengacu dari definisi diatas saya coba ceritakan beberapa kisah nyata yang sekaligus menjelaskan bahwa kedua kata tersebut memang 2 Kata Misteri.

Kisah yang pertama:
Ada dua insan yang akan melangsungkan pernikahan. Mereka sudah menentukan tanggal pernikahannya dan mereka juga sudah menyebarkan kartu undangan dan menyiapkan segala sesuatunya untuk pernikahannya nanti. Namun satu hari sebelumnya salah satu dari mereka meninggal dunia, sehingga esoknya yang merupakan hari bahagia buat mereka justru berubah menjadi hari yang penuh duka.

Kisah yang kedua:
Kalau kisah yang satu ini menceritakan tentang pengalaman pribadi saya. Dulu saya pernah mengikuti undian berhadiah untuk memenangkan sebuah handphone. Saat itu saya merasa tidak mungkin jadi pemenangnya karena orang yang ikut undian itu banyak sekali dan saya juga tidak terlalu mengharapkan hadiah itu. Namun beberapa hari kemudian ada orang yang menelpon saya memberitahukan bahwa saya adalah pemenang undian berhadiah itu dan beberapa hari kemudian hadiah itu juga sampai di rumah. Wah... sungguh senangnya dan sungguh tak terduga.

Dari kisah-kisah inilah mengapa saya menyebutkan kedua kata ini adalah kata misteri, dan kita juga bisa menyimpulkan bahwa hidup itu penuh misteri. Atau saya kutip " Tidak ada yang pasti dan tidak ada yang tidak mungkin". Kita sebagai manusia hanya bisa berencana tapi tidak bisa menentukan karena yang menentukan hanyalah Alloh. Tapi kita juga tidak boleh pesimis akan suatu hal yang kita harapkan, yang terpenting kita sudah berdoa dan berusaha. Tentunya di barengi pemikiran yang positif atas doa-doa yang kita panjatkan (husnudzon billah).

Friday, January 27, 2012

9 Tanda Cewek Berbohong

Pastinya anda akan sangat kesal bukan jika dibohongi pasangan anda. Bagi wanita mungkin akan melakukan berbagai cara untuk mengetahui apakah pasangan pria berbohong atau tidak. Tapi jangan salah, saat anda berbohong juga ada tanda-tandanya loh. Pria juga bisa mendeteksi pasangannya yang sedang berbohong. Menurut John DeVore, penulis "Mind of Man" menuturkan sebenarnya lebih mudah mendeteksi kebohongan pada wanita, asal tahu tanda-tandanya. Berikut beberapa sinyal kebohongan yang dapat diperhatikan dari gerak-gerik kaum hawa seperti dikutip dari Your Tango.
  1. Bahasa tubuh menggoda
    Saat seorang wanita ingin mengalihkan perhatian dari sesuatu, ia akan berubah menjadi lebih seksi dan menggoda pasangan. Tujuannya agar pasangan pria lupa.
  2. Kejutan tidak menyenangkan
    Jika tidak merasa menyukai hadiah atau melakukan sesuatu yang buruk, wanita akan mengganti rasa bersalahnya dengan sebuah kejutan. Memberi hadiah atau bunga tanpa alasan bisa menjadi barometer ada sesuatu yang ia sembunyikan.
  3. Tanggapan berbeda
    Apakah Anda menanggapi pertanyaan dan keingintahuan pasangan dengan santai atau sebaliknya? Penjelasan yang terbata-bata atau emosional tanpa sebab bisa menjadi tanda-tanda Anda sedang berkelit.
  4. Bahasa terlalu formal
    Anda menyatakan alasan kepada kekasih hampir seperti pada orang yang tak dikenal. Hati-hati, si dia bisa merasa pernyataan Anda seperti pidato yang telah dipersiapkan dan sangat berhati-hati.
  5. Menunjukkan sikap bermusuhan
    Anda yang langsung emosi dan marah saat ditanya mengenai sesuatu menunjukkan sikap defensif. Jika benar-benar peduli, Anda akan menghapus semua tuduhan itu dengan menjawab pertanyaan apa adanya.
  6. Bahasa Tubuh Gelisah
    menghindari kontak mata dengan pasangan dan gerakan berulang-ulang adalah pertanda buruk wanita menyembunyikan sesuatu.
  7. Selalu berbohong
    Biasanya wanita hampir selalu berbohong kepada orang lain untuk kepentingannya sendiri. Jadi, bukan tidak mungkin pasangan juga menjadi salah seorang korban karakternya yang berkompromi terhadap kebohongan.
  8. Menghilangkan detil cerita
    Wanita bercerita panjang lebar namun tidak menyertakan detil-detilnya. Seringkali dengan bahasa tubuh yang gugup.
  9. Mengaku tak pernah memikirkan mantan
    Dengan tegas wanita menolak ia masih mengingat mantan kekasihnya. Bisa jadi wanita tengah berbohong. Setiap wanita pasti pernah mengenang kehilangan cinta, meskipun hubungan yang sedang dijalani baik-bak saja.

Pria perlu dengarkan kata hati. Pria perlu mendengarkan naluri bila berpikir ada sesuatu yang mencurigakan. Lebih baik tanyakan pada wanita untuk menghindari paranoia. Namun, jika pria masih merasa sesuatu tidak beres setelah mendengar penjelasan dari pihak wanita, kemungkinan besar memang ada sesuatu yang terjadi.

Sumber & Gambar: motivatorsuper.com

Thursday, January 26, 2012

Musibah Adalah Peringatan

Baru-baru ini kita digegerkan dengan berita kecelakan tragis. Sebanyak sembilan nyawa melayang dalam insiden Xenia maut di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Minggu 22 Januari 2012. Sementara belasan orang lainnya terluka setelah mobil yang dikemudikan Afriyani Susanti (29), warga Tanjung Priok tiba-tiba menghantam sejumlah orang yang sedang berjalan di trotoar dan halte bus depan Tugu Tani.

Menyikapi musibah diatas hendaknya bisa menjadi peringatan buat kita, bahwa yang namanya musibah, yang namanya bencana atau kecelakaan itu datangnya sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Musibah hanya datang sebentar, bahkan ada yang hanya beberapa detik saja namun dampak setelah musibah itu dapat menjadi kepiluan dan kesedihan yang berlarut-larut karena tak jarang musibah bencana atau kecelakaan selalu merenggut korban. Baik itu korban luka maupun korban yang meninggal.

Banyak faktor yang menyebapkan terjadinya bencana dan kecelakaan, entah itu karena faktor alam atau karena faktor dari manusia itu sendiri seperti yang terjadi kecelakan tragis diatas. Tersangka Afriyani Susanti mengakui kecepatan mobil saat itu hampir 100 kilometer per jam dan disinyalir juga malam sebelum tejadi kecelakaan tersangka sedang pesta miras yang mungkin ini bisa dijadikan penyebap kecelakaan tragis itu. Namun telepas dari faktor-faktor itu, bencana dan kecelakaan sesungguhnya merupakan "Takdir" yang tidak akan bisa dihindari oleh siapapun.

Dari peristiwa diatas agar menjadi hikmah buat kita untuk selalu berhati-hati dimanapun kita berada, dan tentunya senantiasa kita harus selalu mendekatkan diri kepada Alloh. Karena segala sesuatu sudah ada yang mengaturnya kita sebagai manusia hanya bisa berdoa dan bertawakal kepada Alloh. Mudah-mudah kita semua diberikan perlindungannya. Amin

Sumber Gambar: dapurpacu.com

Tuesday, January 24, 2012

Kisah Paling Sedih Dan Mengharukan

Kisah Paling Sedih Dan Mengharukan (Serius belum selesai membaca saya sudah menangis). Mungkin diantara kalian ada yang sudah membaca cerita ini. Tapi bagi yang belum tau, saya anjurkan untuk bisa meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini. Karena menurut saya pribadi kisah ini sangat inspiratif. Kisah ini adalah kisah nyata seorang ibu yang telah ditinggal pergi suaminya.

Cerita ini saya re-post dari blog Bunda Iin Silahkan kamu baca kisah ini...

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

"Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

"Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

Dari kisah nyata diatas banyak hikmah yang bisa kita ambil. manusia memang tak tau kapan akan kehilangan, justru kita akan merasakan arti penting seseorang ketika kita sudah kehilangannya. Jangan sampai kita menyesal karena ketidakpedulian kita terhadap orang yang tulus menyayangi kita. Mudah-mudahan kisah ini bisa jadi inspirasi buat kita semua agar selalu menghargai ketulusan dan memberikan kasih sayang kita kepada orang-orang yang menyayangi kita.

Sumber Gambar: Google For Blogspot

Sunday, January 22, 2012

HATI-HATI DEMAM PERSELINGKUHAN.!!!

Saat ini perselingkuhan sudah menjadi trend dalam kehidupan masyarakat baik dikalangan bawah, menengah maupun kalangan atas. Seperti jamur dimusim hujan dimana bukan orang dewasa saja yang melakukan perselingkuhan bahkan di usia remaja hingga lanjut usia pun banyak yang terkena demam perselingkuhan sampai-sampai lirik lagu para penyanyi saat ini juga menceritakan tentang perselingkuhan. Banyak yang menjadi korban akibat perselingkuhan, terutama pasangan yang sudah pasti akan hancur hatinya melihat pasanganya telah mengkhianati komitmen dan kejujuran serta kepercayaan yang telah mereka bina. Terlebih lagi jika mereka adalah pasangan yang sudah menikah dan mempunyai anak, tentunya anak-anak mereka akan menanggung beban akibat perselingkuhan orang tua mereka.

Kasus perselingkuhan dari tahun ke tahunnya mengalami “peningkatan” yang signifikan. Saya membaca sebuah artikel yang ditulis sigit wahyu (sigitwahyu.net > sumber: Republika) yang memberitakan: Ustzh. Mimin Aminah, beliau adalah seorang konsultan pernikahan dari Cahaya Islam Bandung, mengungkapkan bahwa dalam dua bulan terakhir beliau menerima 43 klien yang berkonsultasi. Masalah yang dikonsultasikan bervariasi, 3 orang konsultasi masalah non pernikahan. Sisanya berkaitan dengan masalah pernikahan. Dari 40 orang, ada 38 orang atau hampir 90 persen pasien yang datang mengeluhkan soal perselingkuhan. Satu angka yang amat mengkhawatirkan.

Beliau pun menemukan dua hal “unik”. Pertama, pelaku selingkuh ternyata bukan hanya laki-laki, tapi juga wanita. Ini menarik. Biasanya wanita memiliki komitmen, kesetiaan dan rasa iba lebih kuat, serta memiliki pertimbangan emosi yang lebih kuat. Kedua, pelaku selingkuh bukan hanya orang-orang yang tidak mengerti agama. Orang yang mengerti agama pun bisa berselingkuh. Jadi berhati-hatilah karena demam perselingkuhan bisa menyerang siapa saja.

Banyak artikel maupun forum tentang penyebap perselingkuhan. Namun disini saya tidak akan memuat tentang penyebapnya karena menurut saya penyebap perselingkuhan bisa dihindarkan jika tau cara untuk menghindarinya. Bagaimana cara untuk menghindarinya, silahkan simak beberapa poin berikut ini.
  • Bangun Komitmen Spiritual: Sebuah perbuatan akan terjadi kalau ada peluang dan kemampuan. Keduanya hanya bisa dihalangi oleh kuatnya komitmen agama. Komitmen inilah yang membuat Nabi Yusuf mampu menghindari perselingkuhan dengan Zulaikha. Nabi Yusuf benar-benar mendapatkan kesempatan langka, namun ia tidak tergoda (QS Yusuf [12]: 23). Komitmen spiritual akan membuat seseorang takut dan tunduk pada kebenaran dan mampu berakhlak mulia. Pandangan, ucapan serta pergaulannya akan senantiasa dijaga.
  • Untuk yang sudah menikah > Bangun Komitmen Berkeluarga: Pernikahan akan terasa dinamis, andai suami istri memiliki komitmen untuk memenuhi hak dan kewajibannya sebaik mungkin. Suami berkomitmen untuk menjadi kepala rumahtangga terbaik. Begitu pun istri, berkomitmen menjadi ratu di rumahtangga. Ketika fungsi-fungsi ini tidak berjalan, maka akan lahir ketimpangan dan penyelewengan.
  • Bangun Komunikasi yang Sehat: Suami istri perlu membiasakan suasana komunikasi yang enak dan musyawarah. Suasana dialogis perlu dikembangkan untuk menjaga keharmonisan, melahirkan keterbukaan, mampu mendeteksi adanya perubahan sikap, serta mengetahui keadaan pasangan.
  • Selesaikan Masalah Sejak Dini: Jangan sepelekan masalah yang timbul, termasuk masalah yang kita anggap kecil. Sebab, perselingkuhan sering berawal dari masalah-masalah sepele. Maka, berhati-hatilah ketika pasangan marah-marah melihat salah satu kebiasaan kita. Atau ia mengatakan bosan. Segera cari solusi terbaik yang menguntungkan kedua belah pihak.
  • Jadilah Pasangan Tepercaya dan Dibutuhkan: Setiap pasangan harus mampu memberikan service memuaskan bagi pasangannya. Sehingga ia tidak mencari kepuasan di luar rumah. Suami atau istri harus menjadi penenteram bagi pasangannya ketika didera masalah. Ia hadir, membantu dan menenteramkan, bukan malah menambah masalah.
  • Bersikap Bijak dan Tepat: Sikapi dengan bijak dan tepat bila mengetahui adanya gejala-gejala peselingkuhan. Caranya: [1] Kembalikan semua masalah kepada aturan Allah dan Rasul-Nya, [2] Tiap pasangan melakukan koreksi diri dan saling mengingatkan untuk menemukan dan menilai kesalahan yang telah terjadi. ( tri )
Poin-poin diatas tentu sangat bisa dipertanggungjawabkan karena poin diatas bersumber dari pakarnya yang merujuk pada aturan agama. Sedikit curhat boleh ya, saya pribadi memang belum menikah tapi saya tidak bermaksud menggurui. Saya hanya ingin berbagi ilmu yang mudah-mudahan bermanfaat buat para pembaca. Ok terima kasih untuk para pembaca yang telah menyempatkan waktunya untuk membaca tulisan ini, semoga tulisan ini bermanfaat buat kita semua. Amin

Sunday, January 15, 2012

Mulutmu Harimaumu, Hindari Bicara Buruk (dari Hadist)

Mulutmu harimaumu, pastinya anda sering mendengar pepatah ini bukan!. Didalam kehidupan pasti ada saatnya kita mengeluarkan pendapat, mengeluarkan kata-kata hingga mengomentari sesuatu hal. Tapi sayangnya secara tidak disadari terkadang kita (termasuk saya sendiri) kurang hati-hati dalam mengeluarkan kata-kata. Karena bisa saja apa yang kita ucapkan bisa dipersepsi berbeda bagi orang lain. Apalagi jika kata-kata itu mengandung unsur penghinaan atau pengejekan tentunya ini akan berdampak kurang baik didalam kehidupan sosial.

Kita boleh saja tidak menyukai apa yang kita lihat, tidak suka dengan apa yang orang lain perbuat atau segala sesuatu yang membuat mulut kita berkomentar. Namun bukan berarti kita bisa seenaknya berkomentar. Segala perkataan yang akan diucapkan hendaknya harus kita perhatikan dan memikirkannya dengan matang agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Jagalah ucapan kita jangan sampai ucapan kita merusak orang lain atau lebih parahnya lagi jangan sampai kita justru termakan oleh ucapan kita sendiri.

Baiklah... saya tidak akan panjang lebar karena ada hal yang lebih penting lagi dari tulisan ini yang perlu anda simak. Ada Beberapa Hadist yang menerangkan tentang judul yang saya tulis diatas. Kumpulan Hadist ini saya dapatkan dari Ibu Sugiastuti Sri (seorang penulis di Kompasiana). Berikut ini pesan Nabi yang diriwayatkan oleh para sahabat. Silahkan anda simak.
  1. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari)
  2. Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga. (HR. Bukhari)
  3. Barang siapa akhir ucapannya “Laa ilaaha illallah” ‘Tiada Tuhan selain Allah’ niscaya dia masuk surga.( HR. Abu Dawud)
  4. Sesungguhnya di antara ungkapan kata dan keterangan adalah sihir. (HR. Bukhari)
  5. Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad). Bicara di saat emosi atau marah dapat menyesatkan.
  6. Diam (tidak bicara) adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya. (HR. Ibnu Hibban)
  7. Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya. (HR. Asysyihaab)
  8. Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)
  9. Barang siapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR. Ath-Thabrani)
  10. Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
  11. Berhati-hatilah dalam memuji (menyanjung-nyanjung), sesungguhnya itu adalah penyembelihan. (HR. Bukhari)
  12. Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Nabi Saw, lalu beliau berkata kepadanya, “Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang)”. (HR. Ahmad)
  13. Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yang suka memuji dan menyanjung-nyanjung.(HR. Muslim)
  14. Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.”Beliau bersabda, “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai.”(HR. Muslim)
  15. Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk (HR. Bukhari dan Al Hakim)
  16. Semua umatku diampuni kecuali yang berbuat (keji) terang-terangan yaitu yang melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah, tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, “Hai Fulan, tadi malam aku berbuat begini…begini.” Dia membuka tabir yang telah disekat oleh Allah Azza wajalla. (Mutafaq’alaih)
  17. Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Abu Ya’la)

Kita semua menyadari sebagai manusia tidak ada yang sempurna dan tentunya tidak ada mulut manusia yang luput dari kesalahan (karena memang lidah tak bertulang). Hadist yang telah diterangkan diatas adalah bagian dari ilmu yang menjadikan kita lebih memahami untuk kita amalkan dalam kehidupan kita. Karena ilmu akan tidak bermanfaat jika kita tidak mengamalkannya. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi kita semua.. Amin.


Sumber Gambar : http://goenz.deviantart.com/art/Mulutmu-Harimaumu-254769782